Pendataan

Aksesibilitas

Ukuran Teks
Mode Kontras Tinggi
Kembali ke Portal Berita

Sambut Hari Disabilitas Internasional 2026, Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Pusat Perkuat Kapasitas Tata Kelola Kelembagaan

Pelatihan Dipublikasikan pada: 13 Oktober 2026
Sambut Hari Disabilitas Internasional 2026, Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Pusat Perkuat Kapasitas Tata Kelola Kelembagaan

 

Dalam rangka menyambut peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2026, Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Pusat sukses menyelenggarakan kegiatan webinar bertajuk "Road To Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2026". Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan serta meningkatkan kapasitas para pengurus FPMI tingkat wilayah (provinsi) maupun cabang (kabupaten/kota) di seluruh Indonesia.

 

Acara yang dibuka secara resmi pada pukul 14.02 WIB ini dihadiri oleh antusiasme peserta yang luar biasa, terdiri dari jajaran Pengurus FPMI Wilayah dan Cabang, Pengawas Madrasah, hingga Kepala, Guru, dan Tenaga Kependidikan Madrasah Inklusif dari seluruh pelosok Tanah Air.

Wakil Ketua Pimpinan Pusat FPMI, Anizar, Ph.D., yang hadir mewakili Ketua Umum FPMI Dr. Supriyono, M.Pd., membuka acara dengan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan jajaran pengurus pusat. Dalam laporannya, Anizar menyampaikan bahwa perkembangan madrasah inklusif di Indonesia menunjukkan grafik yang sangat positif dan signifikan.

"Sebagai wujud nyata, saat ini telah terbentuk pengurus wilayah FPMI di 21 provinsi se-Indonesia. Selain itu, hampir 10% dari total madrasah di seluruh Indonesia kini telah mampu memberikan layanan disabilitas dan bertransformasi menjadi madrasah inklusif. Ini adalah manifestasi dari moto kita, yaitu Mendidik untuk Semua," ungkap Anizar. Beliau juga menekankan bahwa acara ini merupakan wahana penting untuk mempererat nilai kebersamaan dalam perjuangan mewujudkan pendidikan inklusif di madrasah tercinta.

Dukungan kuat juga datang dari jajaran Kementerian Agama RI. Dirjen Pendidikan Islam, Bapak KH. Imam Bukhori, turut hadir memberikan arahan dan motivasi agar seluruh insan madrasah dan pendidik tidak pernah berhenti belajar. Beliau menyadari bahwa mewujudkan visi dan misi madrasah inklusif penuh dengan tantangan.

"Jangan mundur sedikitpun dalam melangkah lebih maju. Tetaplah berbuat dan melayani, walaupun mungkin saat ini masih jauh dari kata sempurna. Akan menjadi sebuah kemudaratan jika kita tidak berbuat sama sekali," tegas KH. Imam Bukhori, memotivasi para peserta untuk terus memberikan layanan terbaik.

Senada dengan arahan tersebut, Kasubdit Pendidikan Islam, Bapak H. Anis, mempertegas pentingnya nilai keimanan dan moral dalam pendidikan inklusif. Beliau mengingatkan bahwa Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang mulia, sehingga nilai-nilai kemuliaan kemanusiaan tersebut harus menjadi basis utama pendidikan Islam. Menghadapi tantangan layanan disabilitas yang beragam, H. Anis mendorong perlunya peningkatan kreativitas, kesungguhan, keuletan, serta kolaborasi lintas pihak di madrasah.

Sebagai puncak acara untuk berbagi inspirasi, webinar ini dilanjutkan dengan sesi Diskusi Panel Praktik Baik (Best Practice). Sesi ini menampilkan program-program unggulan dari pengurus FPMI di tingkat wilayah, yang diwakili oleh tiga narasumber inspiratif dari Provinsi Sumatera Barat, Aceh, dan Jawa Timur.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Supriyono, M.Pd. dan Sekretaris Umum Erwan Hermawan, M.Pd., FPMI terus berkomitmen dan berikhtiar tanpa henti agar pada akhirnya seluruh madrasah di Indonesia siap menjadi lembaga pendidikan yang ramah, inklusif, dan memberikan hak pendidikan yang setara bagi seluruh anak bangsa, termasuk para penyandang disabilitas.

Kontak Media: Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Pusat